MOROWALI UTARA — Tanah Morowali Utara baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya, seorang penjaga pelita di tengah sunyinya pelosok negeri. Pada hari Ahad, 16 Agustus 2026, saudara kita tercinta, Umar Basyir, telah berpulang ke Rahmatullah. Berita duka ini menorehkan luka mendalam bagi keluarga besar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) serta seluruh masyarakat yang pernah merasakan uluran tangan dan ketulusan hatinya.
Mengenang kembali awal mula langkah syiar ini menembus belantara pedalaman, nama Umar Basyir adalah kunci utamanya. Dialah orang pertama yang dikunjungi oleh pimpinan Dewan Dakwah saat pertama kali merintis jalan dakwah di tanah Morowali Utara. Tanpa ragu, beliau mendedikasikan diri menjadi penunjuk jalan dan pembuka jalur-jalur terjal yang belum pernah terjamah. Meniti medan yang berat dan melelahkan, beliau membersamai setiap jengkal langkah dakwah demi mengalirkan cahaya Islam hingga ke pelosok Gunung Tua.
Di balik berdirinya Kampung Mualaf dan berbagai pusat pembinaan umat di pedalaman saat itu, tersimpan tetesan keringat dan pengorbanan besar almarhum. Beliau tidak pernah lelah merangkul masyarakat setempat, merajut asa, dan memastikan bahwa saudara-saudara kita di pelosok terpencil tidak pernah merasa sendirian dalam memeluk hidayah.
Sebuah kenangan yang paling mengiris hati sekaligus membakar semangat terjadi pada 26 Desember 2025. Di tengah hajat besar masyarakat Gunung Tua, terukir peristiwa akbar: lebih dari 200 jiwa dengan penuh kesadaran mengikrarkan diri masuk Islam. Yang membuat siapa saja terenyuh, meskipun saat itu raga beliau sedang digerogoti oleh sakit, almarhum menolak menyerah. Demi menyaksikan langsung detik-detik mengharukan ketika ratusan warga pedalaman itu menjemput hidayah, beliau memaksakan diri untuk hadir, membersamai sakralnya ikrar syahadat yang mengguncang bumi pedalaman.
Kini, raga sang perintis telah tiada. Namun, api perjuangan yang beliau nyalakan tidak boleh padam.
"Beliau adalah penunjuk jalan dan pembuka jalan berjalannya dakwah di daerah pedalaman Kabupaten Morowali Utara. Nama beliau akan abadi, dan jejak langkahnya akan terus hidup di setiap denyut perjuangan Dewan Dakwah," tutur Pimpinan Dewan Dakwah Morowali Utara dengan penuh takzim.
Kepergian Umar Basyir adalah kehilangan besar, namun semangat ketulusannya adalah warisan termahal bagi kita yang ditinggalkan. Mari kita doakan bersama, semoga segala lelah, derap langkah, dan pengorbanan almarhum di jalan dakwah dicatat Allah SWT sebagai amal jariyah yang tak terputus. Semoga beliau ditempatkan di surga tertinggi-Nya.
Selamat jalan, wahai pejuang tangguh. Pengorbananmu telah menorehkan sejarah abadi di bumi Morowali Utara. Estafet perjuangan ini akan terus kami lanjutkan!