Panen Sayur Bersama Usai Jumat Berkah, Warga Dusun Ngoyo Perkuat Ketahanan Pangan dan Solidaritas
DUSUN NGOYO, – Semangat gotong royong kembali menggema di Dusun Ngoyo. Usai menunaikan ibadah Sholat Jumat dan rangkaian kegiatan Jumat Berkah, warga kompak turun ke lahan untuk melakukan panen sayur bersama pada sore [Tanggal Panen]. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap ketahanan pangan sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Acara panen dimulai dengan rasa syukur. "Segala puji bagi Allah, hari ini kita diberi kesempatan berkumpul, beribadah, dan juga memetik hasil kerja bersama," ujar salah seorang warga di sela kegiatan.
Lahan yang digarap merupakan hasil inisiatif warga melalui program edukasi bertani. Selama beberapa bulan terakhir, warga secara sukarela menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, cabai, dan terong. Kini, hasil jerih payah itu bisa dipetik dan dimanfaatkan bersama.
Dorongan untuk Pangan Segar dan Mandiri
Bagi warga Dusun Ngoyo, kegiatan ini bukan hanya sekadar memanen. Lebih dari itu, program bertani ini menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih menyadari pentingnya pangan segar, berkelanjutan, dan pelestarian sumber daya alam.
"Kita ingin warga tidak sepenuhnya bergantung pada sayur yang dijual di market-market. Dengan bertani sendiri, kita bisa lebih mandiri dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan lokal," jelas perwakilan panitia Jumat Berkah.
Menurutnya, di tengah naik turunnya harga bahan pokok, kemampuan memproduksi pangan sendiri menjadi hal krusial. Sayur yang dipanen hari ini langsung dibagikan kepada warga yang terlibat dan sebagian disalurkan melalui kegiatan Jumat Berkah.
Ruang Bertemu dan Berbagi Pengetahuan
Suasana panen berlangsung hangat. Bapak-bapak, ibu-ibu, hingga pemuda bahu-membahu mencabut sayur, membersihkan, dan mengikatnya. Di sela-sela kegiatan, terdengar canda tawa dan diskusi ringan tentang teknik menanam, cara mengusir hama tanpa pestisida, hingga jadwal tanam berikutnya.
"Yang paling kami harapkan dari program ini bukan hanya hasil panennya. Tapi bagaimana kegiatan ini bisa mempererat hubungan antar warga. Di sini kita punya ruang untuk berinteraksi, berbagi pengetahuan, dan memperkuat solidaritas sosial," tambahnya.
Warga mengaku senang bisa terlibat. Selain mendapat sayur segar, mereka juga merasa lebih dekat satu sama lain. "Jarang-jarang kita bisa kumpul begini sambil kerja bareng. Rasanya badan capek, tapi hati senang," kata Ibu Sumi, salah satu warga yang ikut panen.
Komitmen Keberlanjutan
Panitia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin. Ke depan, mereka berencana menambah jenis tanaman, membuat kelompok tani kecil, dan mengajak anak-anak muda untuk terlibat agar pengetahuan bertani tidak putus.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Dusun Ngoyo menargetkan menjadi salah satu dusun percontohan dalam kemandirian pangan di tingkat desa.
"Semoga ini menjadi langkah awal. Kalau kita kompak, insyaAllah dusun kita bisa lebih mandiri, lebih sejahtera, dan lebih kuat," tutupnya.