MOROWALI UTARA – Ikrar syahadat bukan sekadar rangkaian kata lisan, melainkan sebuah janji agung dan titik tolak perjalanan spiritual seorang hamba menuju cahaya Ilahi. Rasa syukur yang mendalam menyelimuti Kampung Mualaf Dusun Ngoyo ketika seorang wanita bernama Tina, anak ketiga dari enam bersaudara, dengan penuh keyakinan mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Muhajirin, Kamis (25/06/2026) tepat pukul 11.45 WITA.
Prosesi sakral yang dilaksanakan menjelang hari pernikahan Tina ini menjadi momen yang sangat mengharukan dan bersejarah. Kalimat “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah” terucap lancar dari lisan Tina, menjadi pernyataan kesaksian atas keesaan Allah SWT dan pengakuan terhadap Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya. Suasana khidmat kian terasa karena peristiwa mulia ini disaksikan langsung oleh seluruh warga Dusun Ngoyo, para da'i pengabdian, serta keluarga tercinta—teristimewa sang adik, Ubaidillah alias Lai, yang setia mendampingi langkah kakaknya.
Bimbingan ikrar syahadat tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Sigit bersama para da'i yang bertugas di lapangan. Dalam pesan dan nasihatnya usai prosesi, Ustadz Sigit mengingatkan hakikat dakwah yang sesungguhnya.
"Dakwah adalah proses menyampaikan dan mempraktikkan nilai-nilai Islam. Kita hanya sebatas perantara, adapun hidayah dan hasil akhirnya tentu sepenuhnya milik Allah SWT," tutur Ustadz Sigit di hadapan para jamaah.
Beliau juga menitipkan pesan mendalam khusus kepada Tina dan Ubaidillah. Di balik kebahagiaan hari itu, tersimpan tugas dakwah yang jauh lebih besar, yakni merangkul kedua orang tua mereka agar kelak turut menyusul mendapatkan hidayah Islam.
Peristiwa ini kembali mengingatkan kita pada makna agung di balik kalimat syahadat. Ikrar suci ini bukan hanya menyatukan jiwa dengan tauhid sebagai fondasi utama agama Islam, tetapi juga menjadi babak baru yang menyucikan diri, menghapuskan lembaran masa lalu, serta menjadi gerbang utama untuk merasakan manisnya ketaatan dan kedamaian hidup di bawah tuntunan syariat.
Prosesi syahadat di Masjid Al-Muhajirin Dusun Ngoyo ini berdiri sebagai saksi bisu atas komitmen seorang hamba kepada Sang Pencipta, sekaligus menjadi buah manis dari ketulusan dan kesinambungan dakwah yang terus dirawat oleh para juru dakwah di pedalaman Morowali Utara.