Di Balik Kesederhanaan Dakwah: Menyalakan Pelita Pendidikan di Pelosok Terpencil Morowali Utara
MOROWALI UTARA – Di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan alam yang ekstrem, denyut kehidupan pendidikan di pedalaman Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, terus menyala. Di wilayah binaan seperti Gunung Tua dan Dusun Ngoyo yang berada di Desa Salubiro, Kecamatan Bungku Utara, para da'i dan da'iyah dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia konsisten menghadirkan ruang-ruang belajar sederhana yang kini menjadi ujung tombak peradaban bagi anak-anak mualaf Suku Tau Taa Wana.
Perjalanan panjang ini dirintis oleh Ustadz Sigit bersama rekan-rekan juru dakwah seperjuangannya. Setelah berhasil membuka dan menata pemukiman baru di perkampungan terpencil seperti Dusun Ngoyo, Lambentana, Gunung Tua, Marisa, dan Uemalingku, misi dakwah dilanjutkan dengan membangun sektor pendidikan. Dengan ketekunan dan kesabaran yang luar biasa, mereka merintis dunia pendidikan dari konsep sekolah alam hingga merambah ke jenjang pendidikan formal, sehingga anak-anak mualaf pedalaman kini memiliki kesempatan mengenyam ilmu pengetahuan.
Namun, mengalirkan pendidikan di tanah Suku Tau Taa Wana bukanlah perkara mudah. Kendala alam yang ekstrem menjadi tantangan harian, mulai dari minimnya akses jalan darat, ketiadaan jaringan komunikasi, hingga keterbatasan fasilitas penunjang. Kendati demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan niat para murid. Dengan semangat belajar yang luar biasa, anak-anak pedalaman tetap berjalan kaki menempuh jarak yang jauh, mendaki perbukitan, dan menyeberangi sungai demi bisa sampai ke sekolah.
Komitmen Dewan Dakwah Morowali Utara untuk memutus mata rantai keterbelengguan ilmu tidak berhenti pada tingkat dasar. Demi memberikan masa depan yang lebih cerah, sejumlah anak pedalaman, seperti dari Kampung Ngoyo, bahkan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar daerah hingga ke Pulau Jawa. Guna merespons tingginya antusiasme belajar masyarakat, Dewan Dakwah kini juga merencanakan pembangunan fasilitas yang lebih memadai melalui program "Sekolah Peradaban Anak Suku Pedalaman Suku Wana".
Salah satu potret nyata dari keteguhan ini dapat disaksikan di Sekolah Kelas Jauh SDIT Al-Muhajirin Ngoyo yang terletak di Dusun Watu Padusu, Gunung Tua. Meskipun menempati ruangan yang sangat terbatas dan minim fasilitas, proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan normal dan penuh kehangatan. Di balik kesederhanaan tersebut, tersimpan keikhlasan dan tekad baja para da'i Dewan Dakwah, membuktikan bahwa kete