Keindahan Dakwah di Pelosok Negeri: Menyapa Suku Tau Taa Wana dan Lahirnya Kampung-Kampung Mualaf di Morowali Utara
MOROWALI UTARA – Keindahan dakwah di pedalaman Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, terukir nyata melalui momen-momen mengharukan ketika masyarakat, yang sebelumnya hidup jauh dari syariat, berbondong-bondong mengucapkan dua kalimat syahadat dan bernaung di bawah cahaya Islam. Peristiwa syahadat massal ini menjadi pemandangan yang sarat makna, menandakan bahwa hidayah Allah SWT mampu menembus bilik-bilik hutan dan lereng pegunungan terdalam.
Proses membimbing ratusan hingga lebih dari seribuan jiwa dari Suku Tau Taa Wana bukanlah perkara instan. Perjalanan ini merupakan buah dari sejarah panjang perjuangan dakwah yang digerakkan oleh Ustadz Sigit bersama rekan-rekan juru dakwah seperjuangannya. Dengan mengusung konsep unik bertajuk "Ekspedisi Adventure Dakwah", Ustadz Sigit memelopori langkah-langkah berani untuk menyapa langsung masyarakat pedalaman yang kala itu masih hidup secara nomaden dan belum tersentuh kehidupan bermasyarakat serta berkewarganegaraan dalam bingkai keindonesiaan.
Berkat kegigihan Ustadz Sigit di bawah naungan wadah organisasi Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia—lembaga yang didirikan oleh salah satu tokoh besar bangsa, Mohammad Natsir—wajah sosial masyarakat pedalaman perlahan mengalami metamorfosis. Dewan Da'wah tidak hanya mengenalkan ajaran Islam, tetapi juga menata pola hidup mereka agar dapat tinggal menetap di perkampungan yang teratur. Dari ikhtiar mulia ini, lahirlah kampung-kampung mualaf baru yang menjadi mercusuar peradaban, mulai dari Dusun Ngoyo, Lambentana, Gunung Tua, wilayah binaan Dusun Uemalingku, hingga menembus Dusun Marisa yang tersembunyi di dalam kawasan hutan Cagar Alam Morowali Utara.
Sentuhan humanis yang dibawa oleh Ustadz Sigit dan tim da'i Dewan Dakwah di titik-titik terdalam ini berhasil melahirkan nilai-nilai perubahan yang mendasar. Berpegang pada prinsip bahwa seorang da'i harus siap menerabas medan terjal demi menyapa dan membawa suplai kehidupan bagi masyarakat yang kerap terlupakan, mereka hadir tidak hanya membawa risalah tauhid, tetapi juga solusi nyata atas keterbatasan fisik dan sosial di lapangan.
Perjuangan dakwah ini membuktikan bahwa cahaya Islam tidak berhenti sekadar pada pengucapan syahadat. Di bawah pembinaan berkelanjutan dari Dewan Da'wah Morowali Utara, para mualaf terus didampingi melalui berbagai program sosial yang komprehensif, mencakup bidang kesehatan, pendidikan, penguatan ekonomi, hingga bimbingan rutin. Seluruh rangkaian ikhtiar ini memastikan bahwa masyarakat pedalaman tidak hanya memiliki keyakinan yang kokoh, tetapi juga bekal kehidupan yang layak untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.